Garam beryodium akhir-akhir ini sulit di dapat di Kab. Tulungagung, kondisi tersebut terjadi lantaran pasokan garam terus berkurang sehingga menyebabkab beberapa kios pengepul garam tutup sejak beberapa pekan terakhir ini.
paringan.blogspot.com
Usmiatun, salah satu warga tulungagung menuturkan " Di pasar besar kios-kios pengepul sudah tutup, untuk mencari garam beryodium harus mengecer d warung atau toko kecil di pelosok desa/kota, namun harganya juga sudah melambung ".

Tidak hanya kalangan ibu rumah tangga, sejumlah kalangan pengusaha kecil menengah produk olahan makanan dan minuman yang salah satu bahan bakunya adalah garam beryodium juga mengeluh garam kian langka dan harganya tinggi.

Suprihatin, salah satu pedagang es krim/es puter mengatakan " Garam masih bisa di dapat kalau mau keliling di warung-warung pinggiran, namun harganya juga tinggi ".

Menurut pengakuan salah satu pedagang garam di Pasar Ngemplak Tulungagung, Miftahul Huda, kelangkaan garam disebabkan pasokan terhenti. Kalaupun ada kiriman dari produsen atau distributor besar, kata Miftahul, volumenya jauh dari kebutuhan pasar sehingga memicu kenaikan berlipat harga garam.

" Garam beryodium yang dulunya hara Rp. 1500 per bungkus kini bisa di jual mulai Rp. 2500 hingga Rp. 5000, bahakan yang dulunya haraga Rp. 3000 bisa nbaik menjadi Rp. 10000 " Ujarnya.

Negeri yang hampir 65 % wilayahnya laut bisa kehabisan stok garam.

Source : MadiunPos