Bupati Ponorogo (Ipong Muchlisoni) menyebut kebijakan full day school atau belajar 8 jam sehari di sekolah tidak cocok diterapkan di Kota Reog. Selain tidak cocok dengan budaya belajar di Ponorogo, Ipong juga mempertanyakan mengenai sarana dan prasarana di sekolah.
paringan.blogspot.com
Ia menyampaikan saat ini masih banyak sekolah yang sarana dan prasarananya terbatas dan bantuan operasional sekolah juga kerap terlambat cair. “Kalau ditanya cocok atau tidak, saya katakan full day school tidak cocok diterapkan di Ponorogo.” kata Ipong menanggapi kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang sedang ramai saat ini.

Ia menjelaskan bahwa di Ponorogo sebagian besar wilayahnya Perdesaan dan konsep pendidikan yang diterapkan yakni pendidikan dirumah, artinya antara orang tua dan anak memiliki hubungan yang sangat intim dan orang tua juga berperan mengajar anak dirumah.

Menurutnya gagasan full day school hanya cocok diterapkan di kota besar. “Kalau di kota besar arus lalu lintasnya kan padat, jadi siswa lebih baik sekolahnya dipadatkan menjadi lima hari, kalau di Ponorogo arus lalu lintas lancar dan mau ke mana saja juga lancar tidak ada hambatan.” terang dia.

Mengenai sarana dan prasarana sekolah Ipong menjelaskan, saat ini sebagian sekolah masih keteteran untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Meski demikian,  jika kebijakan itu menjadi program, Pemkab siap melaksanakan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

Source : MadiunPos