Pemerintah Kabupaten Ponorogo kembali meraih prestasi dalam bidang keuangan, yakni Predikat Wajar tanpa Pengecualian (WTP). Penghargaan unqualified oponion kali ini merupakan peraihan tertinggi dan merupakan peraihan kelima kali berturut-turut. "Ini hasil kerja keras kita semua," kata Wabup Ponorogo, Soedjarno.
paringan.blogspot.com
Dia menjelaskan penyajian laporan tahun 2016 dinilai tanpa cela, kalaupun ada catatan masih dalam batas wajar. Mulai dari kelebihan bayar dan administrasi, Pemkab Ponorogo juga di nilai responsif terkait catatn dan rekomendasi BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan).

Tentang adanya catatan administrasi pelaporan aset daerah tahun lalu, karena data masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) belum sinkron dengan data Pemkab.

"Kekurangan itu tidak ditemukan tahun ini. BPK mengacungi jempol pada Pemkab Ponorogo karena ada upaya perbaikan dari kekurangan tahun lalu. Memang tidak sempurna, tapi masih dalam batas wajar ". Imbuh Djarno.

Pemkab Ponorogo juga di nilai kooperatif dalam pengembalian kelebihan bayar, potensi kelebihan bayar mencapai Rp. 1,2 milyar dari hasil audit BPK tahun 2016. Dengan rincian Rp. 400 jt dari pengadaan barang dan jasa di sejumlah OPD, Rp. 800 jt di sejumlah proyek fisik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Pengembalian dana pengadaan barang dan jasa di kembalikan penuh, sementara untuk proyek fisik 70 %.

Namun, Wabub Ponorogo meng-klaim nominal yang ada sangat kecil dan batas wajar, pencapaian WTP ini merupakan hasil kerja keras OPD.
 
Source : BeritaJatim