Setelah sebelumnya bencana longsor menggemparkan Ponorogo yakni di Desa Banaran Kec. Pulung Ponorogo. Kini giliran Nganjuk yang mengalami bencana tanah longsor.
paringan.blogspot.com
Longsor terjadi di Dusun Dlopo Ds. Kepel Kec. Ngetos Kab. Nganjuk, sebuah lereng gunung wilis di area ladang milik warga. Longsor ini mempunyai lebar 200 m dan panjang hingga 1 km, hampir sama dengan longsor di Desa Banaran Pulung Ponorogo yang panjangnya 1,5 km.

Menurut Yasir salah satu warga setempat, dalam kondisi hujan rintik, Ia bersama warga lain sedang melihat kondisi tanah yang retak di lokasi lereng. Secara tiba-tiba longsor terjadi dan para warga tersebut melihat langsung sejumlah orang yang ada di bawah lereng tertimbun longsor.

Sementara menurut petugas dari Taruna Siaga Bencana Nganjuk, Sofatul Anam, longsor terjadi akibat tanah yang sudah retak - retak yang  terjadi sebulan lalu, hingga akhirnya sekitar pukuk 12.00 Wib, Minggu (9/4/2017) terjadi longsor.

Diduga ada 5 koran jiwa yang tewas tertimbun. Di antaranya, Kodri (15) , Dwi (17), Bayu (14), Doni (23) dan Paidi (55). Kesemuanya warga Desa Sumberbendo Kecamatan Ngetos Nganjuk.

Dampak longsor menutupi sungai dengan ketinggian sekitar 10 meter, sehingga menjadi bendungan alam.

Sementara tanah yang longsor yang ditanami cengkeh dan mangga diperkirakan seluas sekitar 3 hektar, sehingga keseluruhan yang rawan longsor sekitar 7 hektar.

Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan jumlah korban dan memantau lokasi.Serta melakukan perencanaan pencarian korban.

Source : Pojok7