Sebanyak 36 keluarga korban bencana longsor di Desa Banaran, Kec. Pulung, Kab. Ponorogo akan dibuatkan rumah permanen sebagai hunian tetap mereka.

Saat ini proposal pembangunan rumah bagi 36 keluarga korban telah di ajukan ke Gubernur Jawa Timur. Sekda Ponorogo, Agus Pramono, mengatakan dalam proposal pembangunan tersebut ada dua pilihan rumah.
paringan.blogspot.com
Kedua pilihan tersebut sama-sama rumah type 46, yang membedakan adalah anggaran pembangunannya. Pilihan A membutuhkan anggaran 100 juta per rumah dan pilihan B 80 juta per rumah.

"Kami sudah mengajukan proposal untuk pembangunan rumah bagi 36 korban tanah longsor. Kami membuat dengan dua pilihan A dan B. Nanti tinggal gubernur yang memilih."

Agus mentakan saat ini Pemkab menunggu keputusan Gubernur yang akan menanggung biaya pembangunan bagi 36 korban longsor di Desa Banaran.

Mengenai lahan yang akan di pakai pembangunan rumah, kata dia, seluruh warga menyanggupi menyediakan lahan. Sebagian korban memiliki tanah lain di desa Banaran untuk pembangunan rumah relokasi.

Bagi korban yang tidak memiliki tanah bisa membeli tanah di desa tersebut dengan harag 4 juta untuk tanah seluas 46 meter persegi. Mereka akan membeli tanah dengan dana bantuan yang diberikan dan untuk pembangunanannya di bantu Pemprov Jatim.

Relokasi mandiri ini adalah cara yang paling cepat untuk mendapatkan hunian tetap, karena kalau menunggu tanah yang disediakan Pemerintah prosesnya akan lama.

Source : MadiunPos