Pejabat Batam Pendukung ISIS di Irak ke Luar Negeri Gunakan Paspor Resmi


Foto Batam Pos



Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho dikabarkan bergabung dengan gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Informasi yang beredar menyebut Djoko ke luar negeri dengan dalih untuk umrah.

Menurut catatan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, sekitar 4 bulan lalu Djoko memang mengajukan permohonan pembuatan paspor. Karena prosesnya wajar dan tak ada persoalan, imigrasi pun mengeluarkan paspor untuk pegawai negeri sipil Kementerian Perhubungan itu.

"Karena yang bersangkutan terdaftar dalam pengajuan paspornya betul semua. Waktu membuat visa juga sama. Berarti kan dia mendapat izin dari pemerintah untuk ke luar negeri," ujar Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Heru Santoso kepada JawaPos.Com, Sabtu (7/11).

Menurutnya, jika Djoko lantas memiliki tujuan selain umrah di luar negeri, maka itu bukan kewenangan imigrasi lagi. Karenanya imigrasi pun tak merasa kecolongan.

"Secara individu kami tidak pernah merasa kecolongan. Siapapun bisa bikin paspor selama mau ke luar negeri. Kalau mau umroh kita tidak bisa melarang. Selama tidak ada dalam daftar cegah dan tangkap," katanya.

Heru menambahkan, Ditjen Imigrasi siap  bekerja sama dengan aparat penegak hukum seperti Polri, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait masalah Djoko. Namun, kata dia, tindakan selanjutnya merupakan wewenang aparat penegak hukum. "Kalau ada permintaan untuk cegah dan tangkap pasti kita jalani," tegasnya.

Sebelumnya, Deputi Pencegahan BNPT, Brigjen Polisi Hamidin mengatakan, pihaknya telah mengendus keberadaan Djoko di Irak. "Saya katakan, 85 persen Dwi Djoko terlibat ISIS," tegasnya.

JawaPos - Minggu 08 November 2015