paringan.blogspot.com
Mendoan


Bagaimana Pendapat Anda Setelah Membaca Berita Ini.???

Fudji Wong, pengusaha air minum asal Banyumas, Jawa Tengah, telah mendaftarkan merek mendoan menjadi hak eksklusif pada 15 Mei 2008. Dia langsung mendapat sertifikasi hak merek mendoan dua tahun setelahnya.

Lantas, kabar tersebut kini mulai ramai diperbincangkan di media sosial (medsos). Sejumlah netizen di instagram pun langsung menghujat langkah Fudji tersebut.

"Kasus Mendoan, makanan tempe asli dari Banyumas yang telah diprivatisasi menunjukkan kejanggalan dalam hal pengurusan sebuah merek. Nama-nama generik, apalagi nama makanan khas seharusnya tidak boleh diprivatisasi," caption @igyanuraga dalam akun instagramnya.

Penghuni instagram lainnya, @suzantika_92 juga menuliskan, jangan (jadikan) hak milik perorangan makanan kebanggaan. "Mendoan milik warga Banyumas. #savemendoan," tulisnya.
"#savemendoan, mendoan adalah hak semua odang. Hak eksklusif perseorangan harus dihapus," cuit @aiuagnes. Begitu pula dengan @egasjuniar yang mengatakan, pencinta mendoan garis keras #savemendoan.

DPR Tidak Persoalkan Merek Mendoan Dimiliki Perseorangan
"Mendoan udu nggonmu tok kang sing ngaku-ngaku..geh mendoan duene wong Banyumas, Purwokerto, Cilacap, dan sekitarnya. Sing lambene Jawa ya kue penikmat mendoan. (Mendoan bukan tempatmu saja yang ngaku-ngaku. Mendoan miliknya orang Banyumas, Purwokerto, Cilacap, dan sekitarnya. Yang mulutnya Jawa ya itu penikmat mendoan)," cetus @aniepenyejukhati.

paringan.blogspot.com
Save Mendoan

@sayoga_dwii juga mengatakan, ora ngapak ora kepenak. Ora mendo ora ebak. Rumangsa wong Banyumas ayuh didukung panganane dewek. Yang artinya, tidak bicara bahasa ngapak itu tidak enak dan kalau tidak makan mendoan itu ya tidak enak. Yang merasa orang Banyumas ayo didukung makanannya sendiri.


Fudji mengantongi merek "mendoan" dengan nomor IDM000237714 yang terdaftar pada 23 Februari 2010. Berlaku hingga 15 Mei 2018 atas nama Fudji Wong. Fudji mengantongi kelas merek 29.

JawaPos, 06 November 2015