Pesona ayu wanita sunda memang membuat laki-laki dimanapun akan terpesona, dengan paras yang cantik dan lembut secara tidak langsung wanita sunda akan menjadi daftar calon pasangan idaman pria Indonesia. Wanita sunda memang banyak diminati oleh laki-laki namun ada suku lain yang justru wanita-wanita tersebut, yaitu suku Jawa.


pict : 3.bp.blogspot.com

Sejak dulu memang sudah ada hukum tidak tertulis yang berlaku diantara dua suku ini. Intinya memang tidak boleh ada perkawinan diantara keduanya karena satu dan lain hal. Seiring berkalannya waktu aturan ini hanya dianggap mitos, karena memang antara ada dan tiada walaupun ada sebagian orang yang masih memegang teguh hal ini, namun banyak juga yang menggangap geli aturan ini. Berikut adalah mitos yang tersebar dikalangan masyarakat :

1. Pasangan Sunda - Jawa Menikah maka pernikahannya tidak langgeng.

Banyak orang beranggapan bahwa jika terjadi pernikahan antar keduanya maka pernikahan keduanya tidak akan langgeng alias awet sampai ajal menjemput. Akan muncul banyak konflik dalam rumah tangga tersebut, Tapi untungnya mitos ini tidak berlaku pada setiap orang pasangan Sunda-Jawa yang menikah. Banyak pasangan sunda-jawa yang menikah tapi langgeng adem ayem. Orang jaman dahulu menyebut faktor dari konflik tersebut adalah masalah kebiasaan antar keduanya yang berbeda. Orang jawa besar dengan kultur jawa begitu pula sebaliknya orang sunda. Tapi memang seharusnya bukan jika dalam pernikahan harus menyatukan dua perbedaan, dan jika tidak bisa bersatu maka salah satu harus mengalah demi persatuan cinta.hehe

2. Pria Jawa jangan menikah dengan wanita Sunda.

Seorang pria yang lahir dengan darah akan bebas dalam menuntukan pasangan hidupnya, tapi jangan memilih wanita sunda menjadi pendamping hidup, kira-kira itulah hal yang banyak beredar dikalangan masyarakat khususnya masyarakat jawa. Jika masih bersikukuh maka ganjarannya adalah tiada restu dari orang tua.
Begitupula dengan orang sunda, menurut cerita sejak kecil mereka didoktrin untuk tidak memilih orang jawa sebagai pasangan hidup dengan berbagai alasan. Di era yang serba modern ini, masih adakah orang yang melakukan praktik ini.? ya, mungkin sebagian ada dan sebagian sudah meninggalkan aturan ini dan menganggapnya sebagai mitos.

3. Anggapan kalau wanita sunda matrealistis.

Masih menurut mitos yang sama, alasan kenapa pria jawa dilarang menikah dengan wanita sunda adalah karena mereka matrealistis.  Hanya mau dengan pria jawa yang kaya dengan tujuan menguras hartanya. Atau kalau si pria tidak terlalu kaya, maka si istri akan memaksa suami untuk bekerja keras kemudian si istri akan menikmati hasilnya. Ada anggapan juga kalau menikahi orang sunda jangan harap mereka mau di ajak tinggal di jawa dan mau tidak mau si suami akan mengikuti istrinya dan meninggalkan tanah kelahirannya. Sekali lagi, ini hanya mitos dan belum tentu kebenarannya.

4. Perang Bubat menjadi awal perseteruan ini.

Banyak yang percaya kalau mitos ini di urutkan ke atas, maka akan sampai pada peristiwa pecahnya perang Bubat. Perang ini adalah perseteruan anatara kerajaan Majapahit dengan Padjajaran yang menurut beberapa versi ada intrik & muslihat didalamnya. Intinya, Padjajaran merasa di khianati oleh Majapahit, hingga akhirnya kejadian ini membuat Padjajaran marah dan bersumpah keturunanya tidak akan berhubungan dengan orang-orang Majapahit. Kejadian kemudian di percaya sebagai awal larangan pernikahan Sunda-Jawa.

Beginilah mitos Sunda-Jawa yang konon masih dipercaya oleh sebagian orang, bahkan di era modern ini. Memang setiap orang berhak menentukan jalan hidupnya termasuk percaya kepada mitos, tetapi sangat disayangkan jika dalam memlih pasangan harus dibatasi dengan mitos.

Jodoh ditangan Tuhan, manusia hanya bisa berdo'a dan berusaha. Jika Tuhan sudah berkehendak terjadi pernikahan Sunda-Jawa, mau apa dikata.??? Sekali lagi, hal semacam ini kembali pada kepercayaan masing-masing. Mitos hanyalah Mitos.


Source : boombastis.com