Status PNS masih jadi idaman bagi sebagian masyarakat, bahkan mereka berani mengeluarkan modal yang cukup besar untuk bisa menjadi seorang PNS.

Hal itu dimanfaatkan oleh tiga orang pelaku tipu-tipu CPNS utuk mengelabuhi korbanya. Adalah SD (48) warga Balerejo Madiun, AS (38) warga kec. Dagangan Madiun, JK (40) warga Kel. Ronowijayan Ponorogo.
paringan.blogspot.com
Parahnya, JK adalah PNS aktif di DLLAJ Pemkab Ponorogo, sementara SD merupakan PNS yang dipecat dengan tidak hormat dan AS merupakan Kades Balerejo.

" Mereka semua abdi negara, satu PNS masih aktif, satu lagi seorang Kades dan yang satu adalah PNS yang dipecat karena sering bolos " kta Kasat Reskrim Polres Ponorogo (AKP Rudy Darmawan).

Ia mengatakan, awalnya menerima laporan dari seseorang yang tertipu sebesar Rp. 200 juta. Janjinya si anak yang baru lulus kuliah bisa menjadi PNS.

JK merupakan anak buah dari Kadishub Ponorogo (Djunaedi), setelah mendengar jika JK tertangkap karena tipu-tipu CPNS, Ia mengaku langsung menjenguk ke ruang tanahan Polres Ponroogo. Bukan semata-mata karena pelaku bawahan, tapi karena kekeluargaan .

Ia menjelaskan, versi istri pelaku sebenarnya JK yang berdinas di sub terminal Slahung juga korban. 

Awalnya JK membaca ada lowongan di Madiun, kemudian JK bertemu dengan Kades yang juga merupakan pelaku, dan kemudian bertemu dengan SD yang mengaku bisa menjadikan abdi negara.

"Akhirnya JK cerita ke temannya bahwa bisa memasukan anak menjadi PNS melalui jalur khusus dengan membayar sejumlah uang " terangnya.

Source : BeritaJatim