Baru dua tahun menjabat sebagai Bupati Ponorogo, namun tekad Ipong Muchlisoni menjadikan Ponorogo sebagai kota budaya dan religius semakin kuat. Acara Grebeg Suro sukses untuk kedua kalinya di bawah pimpinan Ipong.
paringan.blogspot.com
Semua tradisi Bupati terdahulu tetap dilaksanakan, namun banyak inovasi baru sehingga menyedot perhatian warga dan wisatawan. Apalagi tahun ini acara Grebeg Suro dijadikan satu dengan HUT Kota Ponorogo, sehingga terasa lebih meriah.

Ipong mengaku memang sudah bertekad merayakan acara Grebeg Suro bukan hanya sebagai rutinitas namun sebagai usaha untuk terus melestarikan budaya Ponorogo.

Ipong juga mengikuti terus rangkaian acara Grebeg Suro tanpa absen satu pun, mulai dari acara Kirab Pusaka, Penutupan FRN, Larung Sesaji di Ngebel dan penutupan Grebeg Suro diikuti oleh Ipong.

Kirab Pusaka

Rabu (20/9/2017) dibawah terik matahari Ipong Muchlisoni bersama istri membuka Kirab Pusaka, dan menyerahkan secara langsung ketiga pusaka milik Ponorogo kepada tetua. Kemudian di arak dari kota lama menuju alun-alun Ponorogo.

" Alhamdulillah acara kirab pusaka berjalan lancar, semua ini dilakukan untuk melestarikan budaya leluhur, meng-arak dan melakukan kirab pusaka " Ujar Ipong.

Festival Reyog Nasional (FRN)

Sementara untuk FRN, Ipong nampak bahagia bisa mewujudkannya kembali, Ia juga bertekad mencatatkan Reyog sebagai warisan budaya. Ia mengaku, tidak khawatir Reyog punah, karena melihat antusias pelajar mengikuti Festival Reyog Mini maupun FRN.

" Terima kasih siswa SMP, SMA kalian anak hebat, ditengah-tengah budaya modern masih bisa mencintai kesenian Reyog, dengan mengikuti FRN maupun melihat acara Grebeg Suro " Ujar Ipong

Ia menjelaskan FRN tetap dilaksanakan untuk melestarikan budaya asli Ponorogo termasuk juga Grebeg Suro. Dengan begitu yang hadir juga ikut melestarikan budaya.

" Pemkab bukan hanya sekedar rutin mengadakan acara Grebeg Suro namun juga Uri-uri budaya " Imbuhnya.

Larung Sesaji Di Ngebel

Pada saat larung sesaji di Ngebel, lagi-lagi Ipong juga hadir bersama istri. Tidak ketinggalan Forpimda, SKPD Pemkab Ponorogo. Dalam acara (Kamis 21/9/17) Ipong juga memimpin langsung, dan ikut larung sesaji sampai tengah telaga Ngebel.

" Ini juga budaya Ponorogo, dan semua sudah dikemas apik oleh Pemkab, serta ini sebagai wujud Pemkab uri-uri budaya asli Ponorogo " Pungkasnya.

Source : BeritaJatim