Kondisi jenazah yang diduga kuat merupakan korban kelima bencana tanah longsor Desa Banaran, Pulung,  Ponorogo sudah busuk dan rusak sehingga sulit diidentifikasi. Tim DVI (disaster victim identification) Polda Jatim membutuhkan waktu selama 2 pekan untuk mengindektifikasi jenazah itu.
paringan.blogspot.com
“Tanda-tanda visual sudah tidak bisa dikenali karena jasad sudah mengalami pembusukan,” kata tim DVI Bidokkes Polda Jatim dari RS Bhayangkara Kediri, Tutik Purwanti, saat dimintai konfirmasi seusai pemeriksaan di RSUD dr. Hardjono.

Setelah dilakukan pemeriksaan intensif di kamar jenazah oleh tim DVI dari RS Bhayangkara Kediri, Tutik menyatakan tak banyak informasi khusus yang bisa ia dapatkan untuk mengungkap identitas korban kelima yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam peristiwa bencana longsor di Desa Banaran.

Selain visual wajah yang tidak bisa di kenali, tim DVI juga kesulitan mendapatkan sidik jari karena jasad korban sudah mengalami pengelupasan kulit.

Tim DVI tidak menemukan satupun tanda-tanda khas pada tubuh korban, seperti tahi lalat, bekas operasi.dll yang bisa di kenali hanya jenis kelamin yakni laki-laki sekitar umur 50-70 tahun, tinggi 168 cm, kuku jari panjang.

Upaya lanjutan yang di lakukan adalah mengambil sampel sumsum tulang belakang korban, sampel tersebut akan di bawa ke Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri di Jakarta untuk pemeriksaan DNA.


Source : MadiunPos