MAKALAH CANDI BOROBUDUR

                                                                       KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha  Pemurah dan Pengasih yang telah melimpahkan nikmat,karunia,dan hidayah-Nya sehingga Laporan Study Tour ini dapat tersusun.
Laporan Study Tour ini disusun untuk mendeskripsikan objek wisata yang telah kami kunjungi. Kami sadar bahwa tanpa bantuan dari segenap pihak,Laporan Study Tour ini tidak akan dapat terwujud. Oleh karena itu , melalui media ini kami sampaikan ucapan terimakasih kepada bapak dan ibu guru dan semua pihak yang telah memberi saran dan dorongan positif untuk kebaikan Laporan Study Tour ini.
Kami hanya dapat berdo’a semoga amal baik Bapak dan Ibu akan mendapatkan balasan kebaikan yang melimpah dari Tuhan Yang Maha Esa,amin.
        Kami sadar bahwa dalam penulisan Laporan Study ini tentunya banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari semua pihak, akan kami terima dengan penuh keterbukaan dan senang hati demi sempurnanya Laporan Study Tour.
Akhirnya kami hanya dapat berharap Laporan Study Tour ini dapat berguna bagi semua pihak,amin.

                                                                               
                                                                 Ponorogo, 9 November 2015
                                                                 


                                                                Penyusun,


                                                                                 BAB 1
                                                                        PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG

Arsitektur merupakan bagian dari Candi Borobudur. Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut tentang arsitekur yang ada di Candi Borobudur, mari kita pelajari atau kita kenali tentang arsitektur tersebut.
Candi Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan  Buddha  sekaligus  berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.
Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud).
Berpegangan pada latar belakang di atas, penulis mencoba membahas tentang Arsitektur Candi Borobudur.

B.   TUJUAN KEGIATAN
Adapun beberapa manfaat / Tujuan  yang dapat diambil dari penelitian antara lain :
•    Agar kita bisa tahu apa itu Candi Borobudur.
•    Agar kita bisa tahu arsitektur Candi Borobudur
•    Agar kita tahu fungsi Candi Borobudur di Indonesia




                                                                              BAB II
                                                                CANDI BOROBUDUR

A.  Apakah Candi Borobudur itu
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha berukuran 123 x 123 meter yang terletak di Borobudur,Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat dayaSemarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan.
Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapankehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagaiBudha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

B.  Arsitektur Candi Borobudur
Perancangan Borobudur menggunakan satuan ukur tala, yaitu panjang wajah manusia antara ujung garisrambut di dahi hingga ujung dagu, atau jarak jengkal antara ujung ibu jari dengan ujung jari kelingking ketika telapak tangan dikembangkan sepenuhnya.Tentu saja satuan ini bersifat relatif dan sedikit berbeda antar individu, akan tetapi satuan ini tetap pada monumen ini. Penelitian pada 1977 mengungkapkan rasio perbandingan 4:6:9 yang ditemukan di monumen ini. Arsitek menggunakan formula ini untuk menentukan dimensi yang tepat dari suatu fraktal geometri perulangan swa-serupadalam rancangan Borobudur. Rasio matematis ini juga ditemukan dalam rancang bangun Candi Mendutdan Pawon di dekatnya. Arkeolog yakin bahwa rasio 4:6:9 dan satuan tala memiliki fungsi dan makna penanggalan, astronomi, dan kosmologi.Struktur bangunan dapat dibagi atas tiga bagian: dasar (kaki), tubuh, dan puncak. Dasar berukuran123×123 m (403.5 × 403.5 ft) dengan tinggi 4 m (13 kaki). Tubuh candi terdiri atas lima batur teras bujursangkar yang makin mengecil di atasnya.
Teras pertama mundur 7 m (23 kaki) dari ujung dasar teras.Tiap teras berikutnya mundur 2 m (6.6 kaki), menyisakan lorong sempit pada tiap tingkatan. Bagian atasterdiri atas tiga teras melingkar, tiap tingkatan menopang barisan stupa berterawang yang disusun secara konsentris. Terdapat stupa utama yang terbesar di tengah; dengan pucuk mencapai ketinggian 35m (110 kaki) dari permukaan tanah.

C.   Fungsi Candi Borobudur
Fungsi Candi Borobudur hampir sam dengan fungsi candi pada umumnya yaitu :
1.    Tempat penyimpanan relief atau disebut Dhatugarba (peninggalan-peninggalan benda suci).
2.    Tempat sembahyang atau tempat ibadah umat budha.
3.    Merupakan lambang suci bagi umat budha ,cermin nilai-nilai tertinggi agama budha dan mengandung rasa rendah hati yang disadari penciptanya sedalam-dalamnya.
4.    Tanda peringatan dan tanda penghormatan bagi sang budha.



                                                                                   BAB III
                                                                                 PENUTUP


A.  HAMBATAN DAN KENDALA
1.    Jarak yang begitu jauh Ponorogo – Yogyakarta membuat kami merasa lelah saat tiba di candi Borobudur
2.     Selain jauhnya perjalanan kami dari rumah ke Yogyakarta, juga  perjalanan dari lokasi portal candi Borobudur ke puncak candi yang menanjak membuat kami semakin lelah,  
3.    Banyaknya bangunan candi di candi Borobudur yang sudah mulai rusak
4.    Banyak dari kami yang malah sibuk dengan berfoto-foto.
5.    Cuaca yang begitu panas


B.  KESIMPULAN DAN KESAN
•    KESIMPULAN
Candi Borobudur adalah candi terbesar agama budha di dunia. Kemegahan Candi Borobudur tidak hanya menunjukan kemampuan rancang bangunan nenek moyang Indonesia yang luar biasa tetapi menunjukan penguasaan ilmu perbintangan . Struktur dari Candi Borobudur merupakan deskripsi dari perjalanan kehidupan manusia dan kaitanya dengan alam semesta yang diyakini oleh warga budha mahayana , yaitu Kmadhatu , Rupadhatu dan Arupadhatu.

•    KESAN
1.  Saya pribadi mendapatkan banyak pengetahuan dengan diadakanya study tour ini.
2.  Saya dapat mengetahui tempat-tempat sejarah yang ada di Yogyakarta
3.  Saya dapat menambah pengalaman baik di dalam ilmu pelajaran maupun tidak