Kejadian berdarah terjadi di negeri Jiran Malaysia, pasalnya dua orang pekerja asal Bangladesh berinisial G dan J saling tikam di duga lantaran sama-sama memiliki ketertarikan dengan Karyati BMI asal Indonesia, tepatnya warga Kec. Tajinan Malang Jawa Timur.
paringan.blogspot,com
Petugas kepolisian Selangor membenarkan kejadian tersebut. Petugas yang datang setelah menerima laporan mendapati keduanya sudah bersimbah darah dan luka parah di beberapa bagian tubuh. 

" Saat petugas datang ke TKP salah satu sudah meninggal dunia, sedangkan satunya dalam kondisi kritis. Namun saat dilarikan ke rumah sakit, G menyusul rekannya J menghembuskan nafas terakhirnya " terang Mansor.

Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (10/9/17) dinihari waktu setempat. G dan J terlibat perseteruan yang berujung maut, keduanya sejak sore terlihat sempat cekcok mulut.

" Saksi yang diperiksa, memberikan keterangan jika G dan J sama-sama menyukai perempuan yang sama, pekerja pabrik makanan asal Indonesia. Keduanya mengenal wanita tersebut saat sama-sama bekerja di pabrik bantal "

Mansor menambahkan, kejadian ini bermula saat ketiganya ( G, J & Karyati ) terlibat aktifitas bersama yakni memasak daging kurban di mess Karyati bersama belasan pekerja lainnya pada perayaan Idul Adha.

" Mbak Karyati ini sebenarnya jengkel dengan ulah kedua Bangla tersebut, sudah sejak lama keduanya mengambil hati Karyati, namun tidak dihiraukan oleh Karyati. Bahkan Mbak Karyati ini sampai berpindah tempat kerja " Ujar Dini, salah satu rekan Karyati.

Dini menambahkan, pada hari Minggu (3/9/17) G dan J datang ke Mess Karyati tinggal namun tidak bersamaan, kebetulan di Mess yang sekarang Karyati tinggal ada dua pekerja Bangladesh lainnya. Nah, kedua pekerja Bangla yang sekarang ini lah yang menurut 
Dini menjadi awal terbongkarnya posisi Karyati setahun terakhir ini.

Polisi setempat masih memeriksa beberapa saksi, dan belum bisa menetapkan tersangka. Namun polisi juga sudah menahan K, pekerja Bangla yang menurut Dini terlibat dalam awal pertikaian G dan J.

Source : PahlawanDevisaNews