Warga Desa/Kecamatan Jetis di buat resah sepekan ini, setidaknya 4 pengendara celaka saat melintas di Jl. Raya Jetis - Sawoo. Puncaknya, warga menanam pohon pisang di salah satu jalan berlubang. "Sudah banyak yang jatuh. Seminggu ini saja ada empat orang celaka," kata Supriyadi, salah seorang warga.
paringan.blogspot.com
Gambar Ilustrasi
Kerusakan jalan di daerah Ponorogo memang memprihatinkan. Banyak jalan berlubang dengan diameter antara 20 - 50 cm dengan kedalaman 10 - 20 cm.

Seperti beberapa hari yang lalu, seorang pengendara harus menerima empat jahitan di bagian lutut setelah terjungkal akibat kejeglong lubang. Kebanyakan banyak yang tertipu ranjau darat (jalan berlubang) saat tergenang air. Sepintas lubangnya terlihat kecil dan cethek tapi setelah di terobos ternyata lubangnya dalam dan mengakibatkan motor kehilangan keseimbangan.

Kerusakan jalan di Ponorogo sudah lintas tahun, namun perbaikannya hanya ala kadarnya, sebab hanya ditambal dan menggunakan gilis kecil. Supriyadi menyebut, perbaikan jalan tambal sulam akan percuma karena hanya bertahan beberapa hari, terlebih jikan lokasi jalannya sering tergenang air saat hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ponorogo Jamus Kunto menyebut ruas Jetis-Sawoo jalan Provinsi. Sehingga, bukan kewenangannya. Kendati begitu, pihaknya tetap berkoordinasi dengan DPU Provinsi. Jamus kerap mendapat laporan jalan rusak di lokasi tersebut. Namun, dia membantah tidak ada penanganan.

Perbaikan terus dilakukan kendati hanya bersifat ringan. Sedang perbaikan menyeluruh sudah dilakukan tetapi belum menyentuh titik tersebut. "Jalan provinsi itu lebih panjang dari Kabupaten, sistem perbaikannya bertahap. Informasi yang saya dapat, perbaikan sudah sampai di wilayah Sawoo. Nanti akan berlanjut hingga ke titik itu,’’ ujarnya.


Dilansir : RadarMadiun