Keterbatasan fisik yang di miliki pemuda ini, tidak menyurutkan semangat dan kerja kerasnya untuk bertahan hidup. Dengan keterbatasan yang ia miliki justru di jadikan semangat oleh pemuda ini.


Bejo, pemuda 24 tahun warga Desa Sahang, Kec. Ngebel Ponorogo, harus menjali kehidupannya tanpa kedua tangannya.Meski begitu, Ia tetap berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Setiap hari Bejo beraktifitas harus menggunakan kedua kakinya, sebab Bejo lahir dengan keterbatasan fisik. Anak yang terlahir dari pasangan Alm. Misman dan Martini, dengan segala keterbatasannya tidaklah membuatnya menyerah menjalani kehidupan.

Setiap hari aktifitas Bejo mulai pagi hingga sore hari disibukkan dengan segudang pekerjaan, mulai dari mencari kayu bakar, memetik buah-buahan, mencari pakan ternak, hingga berkebun pun ia lakukan.

Seluruh aktifitas tersebut ia kerjakan hanya dengan mengandalkan kedua  kakinya. Meski demikian, rasa syukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan menjadi penyemangat tersendiri  untuk menjalani kerasnya hidup.

Meski demikian, Bejo tetaplah manusia biasa, yang ingin menikmati kemudahan, adakalanya ia harus kelelahan naik turun bukit untuk mencari pakan ternak miliknya.

Menurut sang paman (Sipar) kemandirian Bejo ini mulai terlihat sejak kecil setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Segala upaya dilakukan  keluarga agar Bejo terus memiliki semangat untuk menjalani hidup.

Keluarga hanya bisa berharap ada uluran tangan para dermawan yang dapat meringankan beban hidup yang harus ditanggung Bejo. 




Dilansir : Pojok7