Lomba karawitan tahun ini, dipastikan akan seru. Kompetisi yang di gelar rutin pada Hari Jadi Ponorogo bukan hanya sekedar berpartisipasi, tapi berlomba nyata. Pemkab Ponorogo tidak hanya memberi sertifikat dan piala tapi juga memberikan hadiah berupa uang sebagai penyemangat. 

Dilansir RadarMadiun
Ipong Muchlisoni terlihat antusias saat membuka acara lomba karawitan. Bahkan Ia langsung mengiyakan saat penyelenggara lomba meminta tambahan hadiah.Menurutnya, usaha peserta yang masih siswa SD dan SMP tersebut patut diapresiasi. 

Pasalnya, mereka sudah menjadi bagian pelestari kesenian warisan leluhur. Padahal, masih anak-anak. ‘’Artinya anak-anak ini mencintai bukan hanya sekadar suka. Buktinya, peserta tingkat SMP kebanyakan dulunya sudah pernah ikut saat SD dan jumlahnya banyak sekali,’’ ujarnya.

Peserta lomba karawitan tingkat SD kali ini ada 18 tim dari berbagai sekolah. Padahal satu tim terdiri dari belasan siswa. Itu berarti ada ratusan siswa yang terlibat dalam lomba tersebut. 

Bukan hanya itu, Ipong juga mengaku bangga dengan anak-anak Ponorogo. Mereka sudah akrab dengan dunia seni sejak kecil. Mulai reyog, karawitan, hingga dalang. Ipong baru saja memberangkatkan belasan dalang cilik dari Ponorogo yang akan bertanding di Surabaya. ‘’Regenerasinya bagus. Ponorogo rutin mengirim perwakilan saban tahun. Ini perlu ditingkatkan. Ke depan tidak hanya mengirim tapi juga harus ada target juara,’’ tegasnya.

Ipong menegaskan pemkab wajib hadir. Dunia seni harus didukung. Ipong mengaku bakal menambah pos anggaran dunia pendidikan. Mulai bantuan seragam, beasiswa, kegiatan seni budaya, hingga pengadaan bus sekolah.

Harapannya, sekolah lebih banyak masuk untuk menunjang potensi siswa. ‘’Pemerintah wajib hadir. Potensi harus dikembangkan,’’ pungkasnya sembari menyebut bakal memberikan hadiah uang untuk lomba lain yang dirasa perlu.



Dilansir RadarMadiun