Kecelakaan yang melibatkan pelajar di Ponorogo menjadi pekerjaan berat kasatlantas Ponorogo AKP Imam Mustolih. Kab. Ponorogo menempati peringkat ke 15 dari 39 kota di wilayah Polda Jatim tingkat kecelakaan yang melibatkan anak. Sementara menurut data Balai Pemasyarakatan (Bapas) Madiun, Ponorogo yang tertinggi di se-eks karisedanan Madiun dengan 5-6 kasus kecelakaan / bulan.
Gambar Ilustrasi
Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Imam Mustolih tidak membantah lakalantas di wilayah Ponorogo tergolong tinggi. Dia mematok target angka kecelakaan lalu lintas turun signifikan, baik yang melibatkan anak di bawah umur maupun orang dewasa. 

Menurut Imam, kecelakaan lalu lintas disebabkan banyak faktor. Human error adalah faktor paling mendominasi. Pengendara cenderung menganggap keselamatan di jalan hanya tugas polisi. ‘’Padahal keselamatan adalah kebutuhan para pengguna jalan,’’ ujarnya.

Rencananya Satlantas akan menggandeng Dinas Pendidikan dan para Kepala Sekolah untuk memberi pemahaman kepada siswa. Masalah tersebut tidak bisa di selesaikan dengan penindakan atau tilang saja, namun harus ada sosialisasi.

Selain itu, Imam juga rencananya mendorong sekolah menerbitkan peraturan yang melarang siswa naik motor ke sekolah. "Upaya dengan rekayasa lalu lintas perlu, tapi haru selaras dengan kebijakan lain, salah satunya pelarangan dari pihak sekolah masing-masing", ujarnya.

Upaya represif berupa tilang juga perlu dilakukan untuk memberikan efek jera. Namun demikian, menurut Imam, penanganan secara menyeluruh bakal sulit dilakukan jika stakeholder di Ponorogo tidak sinergi. 

Dia menegaskan, anak memiliki hak untuk meraih masa depannya. Sehingga, keselamatan di jalan merupakan keharusan bagi mereka. "Idealnya, orangtua bertanggungjawab, pemerintah mendukung dengan kebijakan dan polisi mengawal. Jika semua berjalan, saya yakin lakalantas dapat ditekan".



Dilansir : RadarMadiun